Agen 07
"Kamu dimana?" Tanya Disa
"Aku lagi di toilet nih bentar" jawab seorang pria dari sebrang walky talky. Pria itu adalah Arian, pacar Disa.
Iyah, pasangan itu memang unik, selalu punya caranya sendiri.
Arian memberikan walky talky untuk Disa, sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 23.
"Selamat ulang tahun Faradisa Latif, semoga sehat selalu dan bermanfaat untuk negeri. Ini kado buat kamu"
Barisan kalimat itu yang keluar dari mulut Arian.
Pernah suatu hari saat Disa berkumpul bersama teman-teman kosannya.
Hari itu semua signal sim card sedang gangguan, sinyal tidak stabil, dan jaringan silang. Teman-teman Disa stress bukan main, karena tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya. Regina salah satu teman kost Disa sempat mengumpat signal yang sungguh bafuk itu "ah parah nih, gue kan jadi gk bisa koordinasiin anak-anak buat kegiatan besok, gimana ya. Haduh"
Disusul keluhan Tami "huhu gimana ini, gue juga gk bisa ngabarin cowok gue, klo tiket nonton konser musiknya bukan minggu ini, tp minggu depan. Dia pasti ngomel2 klo gak jadi soalnya dia batalin futsalnya demi nemenin gue nonton konser."
..
"Cek-cek Roger.. kepada Faradisa Latif, lagi apa kamu?" walky talky Disa berbunyi disaluran 7
"Lagi nyusun rencana buat nangkap jaringan yang haha, jaringan sekitar kosan aku pada hilang entah kemana. Gina sama Tami lagi uring-uringan aja tuh. Roger ganti"
"Perlu bantuan?"
"Gimana caranya?"
Mengingat lagi kejadian itu, Disa cukup bersyukur mempunyai pacar seperti Arian, yang unik, yang baik, yang selalu punya cara berbeda dalam melakukan sesuatu.
Tahun ini Arian berusia 26th, dia bekerja untuk negara. Menurut Disa, Arian adalah pria yang selalu memberikan energi positif pada lingkungan sekitarnya dimanapun dia berada, dia cepat tanggap, cerdas, kreatif, lucu, memiliki insting melindungi dan misterius.
Disa dan Arian dipertemuan sekitar 3tahun lalu, saat itu Disa sebagai mahasiswi jurnalistik tingkat 1 sedang mengikuti unjuk rasa gabungan dari berbagai kampus yang berlangsung di depan gedung MPR/DPR.
Awalnya demonstrasi berlangsung tenang dan tertib sebelum tiba-tiba suara letusan dari sebuah senjata laras panjang membuat kacau keadaan, beberapa polisi dan anggota TNI terpaksa melepaskan tembakan ke udara sebagai bentuk peringatan.
Tapi keadaan semakin tak terkendali, aksi dorong-dorongan tak terhindari, beberapa mahasiswa malah sudah ada yang terluka. Ternyata ada beberapa oknum preman yang menyelinap diantara para mahasiswa demonstran, yang menyulut keadaan agar kacau tak terkendali, yang memulai tembakan pertama kali, mereka dibekingi pihak oposisi.
Dalam keadaan panik dan cemas Disa berusaha membantu membangunkan temannya yang terjatuh dan hampir terinjak, ketika Disa akan berdiri sebuah batu sebesar bungkus teh kotak 500ml nyaris mengenai kepalanya untung pada waktu bersamaan sebuah tangan dengan cepat menarik tangan Disa untuk menghindar dan menyingkir. Iyah tangan itu adalah tangan Arian.
Bersambung :)
Oleh : Dina Hilma
"Aku lagi di toilet nih bentar" jawab seorang pria dari sebrang walky talky. Pria itu adalah Arian, pacar Disa.
Iyah, pasangan itu memang unik, selalu punya caranya sendiri.
Arian memberikan walky talky untuk Disa, sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 23.
"Selamat ulang tahun Faradisa Latif, semoga sehat selalu dan bermanfaat untuk negeri. Ini kado buat kamu"
Barisan kalimat itu yang keluar dari mulut Arian.
Pernah suatu hari saat Disa berkumpul bersama teman-teman kosannya.
Hari itu semua signal sim card sedang gangguan, sinyal tidak stabil, dan jaringan silang. Teman-teman Disa stress bukan main, karena tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya. Regina salah satu teman kost Disa sempat mengumpat signal yang sungguh bafuk itu "ah parah nih, gue kan jadi gk bisa koordinasiin anak-anak buat kegiatan besok, gimana ya. Haduh"
Disusul keluhan Tami "huhu gimana ini, gue juga gk bisa ngabarin cowok gue, klo tiket nonton konser musiknya bukan minggu ini, tp minggu depan. Dia pasti ngomel2 klo gak jadi soalnya dia batalin futsalnya demi nemenin gue nonton konser."
..
"Cek-cek Roger.. kepada Faradisa Latif, lagi apa kamu?" walky talky Disa berbunyi disaluran 7
"Lagi nyusun rencana buat nangkap jaringan yang haha, jaringan sekitar kosan aku pada hilang entah kemana. Gina sama Tami lagi uring-uringan aja tuh. Roger ganti"
"Perlu bantuan?"
"Gimana caranya?"
Mengingat lagi kejadian itu, Disa cukup bersyukur mempunyai pacar seperti Arian, yang unik, yang baik, yang selalu punya cara berbeda dalam melakukan sesuatu.
Tahun ini Arian berusia 26th, dia bekerja untuk negara. Menurut Disa, Arian adalah pria yang selalu memberikan energi positif pada lingkungan sekitarnya dimanapun dia berada, dia cepat tanggap, cerdas, kreatif, lucu, memiliki insting melindungi dan misterius.
Disa dan Arian dipertemuan sekitar 3tahun lalu, saat itu Disa sebagai mahasiswi jurnalistik tingkat 1 sedang mengikuti unjuk rasa gabungan dari berbagai kampus yang berlangsung di depan gedung MPR/DPR.
Awalnya demonstrasi berlangsung tenang dan tertib sebelum tiba-tiba suara letusan dari sebuah senjata laras panjang membuat kacau keadaan, beberapa polisi dan anggota TNI terpaksa melepaskan tembakan ke udara sebagai bentuk peringatan.
Tapi keadaan semakin tak terkendali, aksi dorong-dorongan tak terhindari, beberapa mahasiswa malah sudah ada yang terluka. Ternyata ada beberapa oknum preman yang menyelinap diantara para mahasiswa demonstran, yang menyulut keadaan agar kacau tak terkendali, yang memulai tembakan pertama kali, mereka dibekingi pihak oposisi.
Dalam keadaan panik dan cemas Disa berusaha membantu membangunkan temannya yang terjatuh dan hampir terinjak, ketika Disa akan berdiri sebuah batu sebesar bungkus teh kotak 500ml nyaris mengenai kepalanya untung pada waktu bersamaan sebuah tangan dengan cepat menarik tangan Disa untuk menghindar dan menyingkir. Iyah tangan itu adalah tangan Arian.
Bersambung :)
Oleh : Dina Hilma

