Fakta Unik Anak Pertama, yang Bisa Bikin Kamu Bangga Jadi si Sulung
Umumnya menjadi anak pertama itu harus
lebih mandiri, lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, bisa dijadikan contoh
atau panutan dalam keluarga apalagi untuk adik-adiknya, bersedia mengalah, dan
tuntutan lainnya yang terdapat dalam benak orang-orang.
Dan
gue adalah anak pertama dari 3 bersaudara, perlu gue garis bawahi kalau gue
yang paling cantik, hello.. iyalah ade gue cowok semua wkwk
Berikut
ini adalah beberapa fakta unik tentang si sulung yang gue rangkum tanpa
menggunakan teori fisika atau rumusan kimia :
- Mandiri
Yoi,
anak pertama itu rata-rata mandiri, karena sebelum dia memiliki adik, dia
terbiasa melakukan apapun sendiri, ngga ada yang nemenin gitulah selain orang
tua, kasian. Stelah memiliki adikpun dia akan terlihat lebih mandiri, karena orang
tua mungkin lebih sibuk mengarahkan adiknya. Anak tertua juga biasanya
suka pergi merantau, untuk sekolah, kuliah, atau bekerja. Nah karena dia sudah
terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri, makanya anak pertama lebih mudah
beradaptasi di perantauan. Ini juga yang gue rasain selama hidup merantau. Nyari
perguruan tinggi sendiri, daftar kuliah sendiri, nyari kosan sendiri. Jadi
inget pas gue pindah kosan, ngangkat-ngangkat koper, lemari baju, meja belajar,
dus-dus buku, dan barang-barang lainnya, nurunin itu semua dari lantai 2,
sendiri loh serius, kalau dipikir-pikir mindahin barang-barang berat aja gue
kuat, tapi mindahin hati gue dari hati seseorang ko berat banget wkwk abaikan
kalimat terakhir.
- Korelis atau Jiwa pemimpin
Menjadi
anak tertua artinya anak yang umurnya paling tua diantara saudara-saudaranya
yang lain, Lah emang iya kan haha si anak pertama ini merupakan pemimpin yang
alami. Dia selalu ingin mendominasi, emm ngga selalu juga sih ya
kadang-kadanglah. Mengapa demikian? karena dia merasa jadi anak yang lahir
duluan ke dunia ini, menjadi yang pertama melihat matahari, bulan, dan bintang
dibanding adik-adiknya, yang duluan tau kalau 9x9=81, yang duluan tau kalau warna
cyan dicampur magenta jadi ungu, ya jadi mereka sedikit merasa punya pengalaman
lebih banyak dan lebih banyak tau lalu semua itu dijadikan tolak ukur
kepemimpinan yang monarki HAHA. Gue juga kalau di rumah suka sok-sok mimpin
gitu sih jadi penguasa, si penguasa kamar depan karena anak pertama biasanya
bebas milih kamar yang dia mau, milih piring/gelas/perabotan yang dia suka,
menguasai remote tv, paling rivalnya adik bungsu, sibontot yang seringkali
melakukan kudeta saat jam tayang naruto/boruto ckckck, gue juga suka mengutus
sang adik untuk pergi ke warung hoho nyuruh gitu padahal nyuruh-nyuruh itu gak
baik loh selagi bisa dilakukan sendiri, eh tapi gue bukan nyuruh deng lebih ke
minta tolong alah alibi wkwkwkwk
- Egois tapi penyayang
Bener,
anak pertama itu biasanya keras kepala namun seiring bertambahnya usia ego
tersebut bisa dia kendalikan dengan baik, dia bisa cepat dewasa dalam berpikir,
bertindak, dan mengambil keputusan. Apalagi jika anak pertama itu perempuan,
tingkat kedewasaannya tumbuh lebih cepat. Dan biarpun mereka egois tapi sifat
penyayangnya benar-benar mengagumkan, dia rela berkorban demi orang-orang yang
dia sayangi, suka memberi kasih sayang pada orang-orang disekitar, karena
menurutnya rasa welas-asih terhadap sesama akan memunculkan kedamaian dan
kebahagiaan. Tuhkan gaiss anak pertama itu emang paling cocok dan ideal
dijadikan pasangan hidup wkwk promosi bet gue. Biarpun terkadang dia kelihatan
cuek, jangan salah gaiss sebenarnya dia sipemerhati yang handal, dan dipercaya
memiliki instuisi yang tajam. Oleh karena itu mereka mudah sekali mengenenali
situasi kondisi dalam lingkungan. Jangankan menaruh perhatian pada hal besar
kaya kamu beb, ubin di rumah geser 5cm aja aku tau haha. Gue juga seneng
merhatiin orang-orang, orang-orang yang lalu-lalang, orang-orang yang gue
jumpai dijalan, mungkin dari situ empati gue jadi tinngi, gue jadi mudah
menempatkan posisi gue di kondisi mereka, menyelami pikiran dan perasaan
mereka. Ya begitulah kurang lebih, eh ko ceritanya jadi kemana-mana ya,
kebiasaan..
- Pendengar yang baik / Konselor
Karena
sering jadikan tempat curhat oleh siapapun termasuk oleh kedua orang tua dan
adik-adiknya sudah pasti anak pertama bisa menjadi pendengar segala keluh
kesah, menjelma seorang konselor yang baik, yang dengan senang hati memberi
saran, nasihat, bahkan bantuan. Iya anak pertama itu tak segan untuk menolong
keluarganya ataupun orang lain. Wkwkwk bentar gue pengen ketawa dulu, soalnya
gue sebagai anak pertama juga emang sering dijadikan tempat ceurhat adik, orang
tua, temen, kang bakso, kang nasi goreng, waktu itu ada abang tukang bakso
lewat kosan terus gue beli, ada temen gue nyamperin tuh nyeritain temen yang
lain yang abis putus cinta, eh si abang nyambung aja dia juga langsung
nyeritain pengalamannya ditinggal nikah sama pacarnya dulu. Biarpun sering
dijadiin konselor dadakan tapi kadang gue sendiri sulit menerapkan nasihat yang
gue kasih ke orang lain. Maksudnya lumayan sulit menerapkan dalam
kehidupan gue sendiri, tapi sejauh ini gue selalu berusaha ngasih suatu masukan
yang pernah gue coba terapkan di hidup gue, mungkin karena ini juga gue jadi
sosok yang terbuka dalam hampir segala hal. Gue suka banget memotivasi
diri sendiri dan orang-orang dengan kalimat yang di kemas secara bijak wkwkwk
biar membekas aja gitu maksudnya.
- Cenderung memiliki watak
melankolis tapi penuh kreativitas
Menurut
artikel yang gue baca setegar apapun anak pertama namun sisi melankolisnya
sering muncul jika melihat suatu peristiwa yang tidak sedap dipandang mata,
yang menyangkut masalah kemanusiaan dan ketidakadilan atau mengalami langsung kejadian
yang menyedihkan. Bisa jadi ini yang menyebabkan si anak pertama mudah terkena stress,
ditambah tanggung jawab yang dia emban sebagai anak tertua yang melihat
matahari duluan dibanding adik-adiknya wkwk walau cenderung punya watak yang
melankolis tapi kretivitasnya tinggi loh, terbukti, mana buktinya? Ada lah
pokonya japri aja kalau mau dikasih tau. Dia ini orangnya inisiatif dan
tempurung otaknya penuh dengan daya imajinasi. Mari kita kasih contoh konkret :
pada suatu hari gue (disini gue mewakili sebagian anak pertama yang ada di
komplek rumah aja) adik gue selalu pengen minum duluan, apasih? Gimana ya jelasinnya..
emm jadi gini kalau di rumah lagi ada minuman berkarbonasi atau minuman apapun
dalam lemari es terus kita barengan ngeliat nah ade gue suka nyerobot minum
duluan, terus akhirnya gue dengan kreativitas tinggi berinisiatif untuk
menggunakan suatu mitos, mitosnya yaitu “barangsiapa yang minum mendahului
kakaknya maka dia akan berkumis” lalu dengan rasa percaya diri bahwa cara ini
akan berhasil, berkatalah gue kepada adik gue “de, kan kalau adenya minum
duluan dari kakaknya, bakalan kumisan loh” (gue ngomong dalam bahasa sunda
karena gue sundanese yang suka melestarikan bahasa daerah wew haha) 2x, 3x cara
ini ampuh, dan adik gue percaya gitu aja. Tapi lama-kelamaan mungkin dia juga
mikir kali ya kalau suatu saat dia kumisan juga gapapa , dia kan cowok. Apa
orang yang membaca ini merasa kalau artikel/tulisan ini makin gak nyambung? Emang
sengaja ko.
- Ambisius, Jiwa petualang dan
si pemimpi yang kompulsif
Jangan
ditanya kalau soal ambisi anak pertama itu biangnya ambisi, mereka itu hampir berambisi
dalam segala hal. Pas gue SMP gue punya temen yang pinter banget dan dia itu
anak pertama, dia saingan berat gue di kelas, parahnya lagi gue juga anak
pertama, yaudah deh tuh perang teori terjadi tiap hari di kelas wkwk, argumen
demi argumen kita keluarin untuk mempertahankan jawaban masing-masing. Kita
berdua bener-bener berambisi untuk menjadi yang terbaik, untuk menjadi juara
kelas, menjadi bintang dan siswa paling bersinar seseantoro sekolah.
Alhamdulilahnya walau begitu kita bersaing sehat, sportif dan mau mengakui jika
salah seorang dari kita suatu saat bisa ranking 2, wkwk mungkin karena gue dan
temen gue terbiasa jadi yang pertama di kelas jadi kalau ada sesi debat dan
diskusi beuhh rame pokonya udah kaya pilpres, kita juga punya kubu-kubu
pendukung, dan sewaktu-waktu melakukan koalisi dengan 5 besar juara kelas.
Seinget gue dulu dia selalu unggul dalam mata pelajaran IPS terpadu (sejarah,
ekonomi, geografi) dan gue unggul di pelajaran biologi, bahasa, dan seni
budaya. Selain itu si sulung juga jiwa petualang loh, coba deh liat kebanyakan
para traveller itu anak pertama, memang sih ini ngga bisa dijadikan patokan,
yang jelas mereka menyukai kebebasan, menyukai hal-hal baru yang belum pernah
mereka temui sebelumnya. Dan yang paling menonjol mereka juga seorang pemimpi
yang kompulsif, mempunyai banyak impian yang harus terwujud. Biasanya mereka
ngga mudah menyerah dalam mencapai cita-cita dan impiannya. Maksain diri gitulah
mereka itu, gue juga kadang gitu huhu dalam mengusahakannya dan meminta pada
Allah rasanya hati ampe berdarah-darah, gue ngerasa sebagai anak pertama gue
terlahir untuk berjuang. Semangat ranger pink! Semangat semua anak pertama di
dunia! Semangat untuk semua yang sedang berlelah-lelah dalam mengejar impian
baiknya!
- Dewasa dan santun tapi kalau
ngambek diem, horror!
Baiklah
ini point dan penjelasan terakhir. Mari selesaikan bersama-sama bacaan aneh
ini. Anak pertama emang diidentikan dengan kedewasaannya. Karena apa? Karena banyak
hal, banyak faktor, yang bisa menjadikan mereka terlihat dewasa nan bijaksana. Ah
masa? Wkwk eh tapi ini seriu loh, dulu pas masih kecil gue main ke rumah teman,
nyamper temen gitu. Pada akhirnya temen gue yang masih kelas 2 SD itu main
boneka sendiri dan gue? Gue yang masih kelas 2 SD juga malah bergosip ria
dengan emaknya wkwkwk sumpah ini kocak banget, gue malah ngobrol sama nyokap
temen gue itu dari pulang sekolah sampe hampir sore, terus nyokap temen gue itu
bilang ke nyokap gue kalau gue anaknya dewasa, ngobrol sama gue kaya ngobrol
sama orang dewasa. Dan gue lupa gimana ekspresi nyokap gue setelah mendengar
cerita tentang gue dari nyokap temen gue itu. Ini kisah aselii pas gue masih
tinggal di Bandung. Nah anak pertama juga dikenal dengan sopan santunnya, ya
mereka menjunjung yang namanya attitude dan tatakrama, secara kan mereka yang
biasanya dijadikan contoh suri tauladan yang baik untuk adik-adiknya, mereka
anti berkata kasar dan akan murka jika mendengar adiknya ngomong kasar. Segala
sabda akan dikeluarkan untuk memberi tau sang adik bahwa berkata kasar itu
tidak baik, wuiihhh benar-benar kakak yang, yang isi sendirilah haha tapi
mereka itu kalau udah marah serem loh, anak pertama itu kalau marah diem,
apalagi kalau anak pertamanya berjenis kelamin wanita, mereka kalau marah diam
seribu bahasa. Horor pokoknya karena menyebabkan atmosfir lingkungan mencekam,
sunyi, bahkan burungpun seperti segan untuk berkicau.
Demikianlah
sedikit pengetahuan yang bisa gue sampaikan. Walaupun semua point diatas ngga
bisa dijadikan patokan sifat dan karakter seseorang tapi seenggaknya itu merupakan
gambaran secara garis besar dari seorang anak pertama. See u again dan salam
sayang J


Sambil cengar cengir bacanya. Puja Si sulung!
BalasHapusHati2 jgn cengar-cengir sendiri wkwk
BalasHapus