BTemplates.com

Mengenai Saya

Foto saya
Nama beken Dindin, julukan Ranger Pink, sama seperti manusia pada umumnya yang makan nasi sebagai karbohidrat harian. An ambivert, literature and art enthusias �� find me on Instagram @dinahilmaa

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 15 Mei 2018

Fakta Unik Anak Pertama, yang Bisa Bikin Kamu Bangga Jadi si Sulung



Umumnya menjadi anak pertama itu harus lebih mandiri, lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, bisa dijadikan contoh atau panutan dalam keluarga apalagi untuk adik-adiknya, bersedia mengalah, dan tuntutan lainnya yang terdapat dalam benak orang-orang.
Dan gue adalah anak pertama dari 3 bersaudara, perlu gue garis bawahi kalau gue yang paling cantik, hello.. iyalah ade gue cowok semua wkwk
Berikut ini adalah beberapa fakta unik tentang si sulung yang gue rangkum tanpa menggunakan teori fisika atau rumusan kimia :

  1. Mandiri
Yoi, anak pertama itu rata-rata mandiri, karena sebelum dia memiliki adik, dia terbiasa melakukan apapun sendiri, ngga ada yang nemenin gitulah selain orang tua, kasian. Stelah memiliki adikpun dia akan terlihat lebih mandiri, karena orang tua mungkin lebih sibuk mengarahkan adiknya. Anak tertua juga biasanya suka pergi merantau, untuk sekolah, kuliah, atau bekerja. Nah karena dia sudah terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri, makanya anak pertama lebih mudah beradaptasi di perantauan. Ini juga yang gue rasain selama hidup merantau. Nyari perguruan tinggi sendiri, daftar kuliah sendiri, nyari kosan sendiri. Jadi inget pas gue pindah kosan, ngangkat-ngangkat koper, lemari baju, meja belajar, dus-dus buku, dan barang-barang lainnya, nurunin itu semua dari lantai 2, sendiri loh serius, kalau dipikir-pikir mindahin barang-barang berat aja gue kuat, tapi mindahin hati gue dari hati seseorang ko berat banget wkwk abaikan kalimat terakhir.

  1. Korelis atau Jiwa pemimpin
Menjadi anak tertua artinya anak yang umurnya paling tua diantara saudara-saudaranya yang lain, Lah emang iya kan haha si anak pertama ini merupakan pemimpin yang alami. Dia selalu ingin mendominasi, emm ngga selalu juga sih ya kadang-kadanglah. Mengapa demikian? karena dia merasa jadi anak yang lahir duluan ke dunia ini, menjadi yang pertama melihat matahari, bulan, dan bintang dibanding adik-adiknya, yang duluan tau kalau 9x9=81, yang duluan tau kalau warna cyan dicampur magenta jadi ungu, ya jadi mereka sedikit merasa punya pengalaman lebih banyak dan lebih banyak tau lalu semua itu dijadikan tolak ukur kepemimpinan yang monarki HAHA. Gue juga kalau di rumah suka sok-sok mimpin gitu sih jadi penguasa, si penguasa kamar depan karena anak pertama biasanya bebas milih kamar yang dia mau, milih piring/gelas/perabotan yang dia suka, menguasai remote tv, paling rivalnya adik bungsu, sibontot yang seringkali melakukan kudeta saat jam tayang naruto/boruto ckckck, gue juga suka mengutus sang adik untuk pergi ke warung hoho nyuruh gitu padahal nyuruh-nyuruh itu gak baik loh selagi bisa dilakukan sendiri, eh tapi gue bukan nyuruh deng lebih ke minta tolong alah alibi wkwkwkwk

  1. Egois tapi penyayang
Bener, anak pertama itu biasanya keras kepala namun seiring bertambahnya usia ego tersebut bisa dia kendalikan dengan baik, dia bisa cepat dewasa dalam berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan. Apalagi jika anak pertama itu perempuan, tingkat kedewasaannya tumbuh lebih cepat. Dan biarpun mereka egois tapi sifat penyayangnya benar-benar mengagumkan, dia rela berkorban demi orang-orang yang dia sayangi, suka memberi kasih sayang pada orang-orang disekitar, karena menurutnya rasa welas-asih terhadap sesama akan memunculkan kedamaian dan kebahagiaan. Tuhkan gaiss anak pertama itu emang paling cocok dan ideal dijadikan pasangan hidup wkwk promosi bet gue. Biarpun terkadang dia kelihatan cuek, jangan salah gaiss sebenarnya dia sipemerhati yang handal, dan dipercaya memiliki instuisi yang tajam. Oleh karena itu mereka mudah sekali mengenenali situasi kondisi dalam lingkungan. Jangankan menaruh perhatian pada hal besar kaya kamu beb, ubin di rumah geser 5cm aja aku tau haha. Gue juga seneng merhatiin orang-orang, orang-orang yang lalu-lalang, orang-orang yang gue jumpai dijalan, mungkin dari situ empati gue jadi tinngi, gue jadi mudah menempatkan posisi gue di kondisi mereka, menyelami pikiran dan perasaan mereka. Ya begitulah kurang lebih, eh ko ceritanya jadi kemana-mana ya, kebiasaan..

  1. Pendengar yang baik / Konselor
Karena sering jadikan tempat curhat oleh siapapun termasuk oleh kedua orang tua dan adik-adiknya sudah pasti anak pertama bisa menjadi pendengar segala keluh kesah, menjelma seorang konselor yang baik, yang dengan senang hati memberi saran, nasihat, bahkan bantuan. Iya anak pertama itu tak segan untuk menolong keluarganya ataupun orang lain. Wkwkwk bentar gue pengen ketawa dulu, soalnya gue sebagai anak pertama juga emang sering dijadikan tempat ceurhat adik, orang tua, temen, kang bakso, kang nasi goreng, waktu itu ada abang tukang bakso lewat kosan terus gue beli, ada temen gue nyamperin tuh nyeritain temen yang lain yang abis putus cinta, eh si abang nyambung aja dia juga langsung nyeritain pengalamannya ditinggal nikah sama pacarnya dulu. Biarpun sering dijadiin konselor dadakan tapi kadang gue sendiri sulit menerapkan nasihat yang gue kasih ke orang lain. Maksudnya lumayan sulit menerapkan dalam kehidupan gue sendiri, tapi sejauh ini gue selalu berusaha ngasih suatu masukan yang pernah gue coba terapkan di hidup gue, mungkin karena ini juga gue jadi sosok yang terbuka dalam hampir segala hal. Gue suka banget memotivasi diri sendiri dan orang-orang dengan kalimat yang di kemas secara bijak wkwkwk biar membekas aja gitu maksudnya.

  1. Cenderung memiliki watak melankolis tapi penuh kreativitas
Menurut artikel yang gue baca setegar apapun anak pertama namun sisi melankolisnya sering muncul jika melihat suatu peristiwa yang tidak sedap dipandang mata, yang menyangkut masalah kemanusiaan dan ketidakadilan atau mengalami langsung kejadian yang menyedihkan. Bisa jadi ini yang menyebabkan si anak pertama mudah terkena stress, ditambah tanggung jawab yang dia emban sebagai anak tertua yang melihat matahari duluan dibanding adik-adiknya wkwk walau cenderung punya watak yang melankolis tapi kretivitasnya tinggi loh, terbukti, mana buktinya? Ada lah pokonya japri aja kalau mau dikasih tau. Dia ini orangnya inisiatif dan tempurung otaknya penuh dengan daya imajinasi. Mari kita kasih contoh konkret : pada suatu hari gue (disini gue mewakili sebagian anak pertama yang ada di komplek rumah aja) adik gue selalu pengen minum duluan, apasih? Gimana ya jelasinnya.. emm jadi gini kalau di rumah lagi ada minuman berkarbonasi atau minuman apapun dalam lemari es terus kita barengan ngeliat nah ade gue suka nyerobot minum duluan, terus akhirnya gue dengan kreativitas tinggi berinisiatif untuk menggunakan suatu mitos, mitosnya yaitu “barangsiapa yang minum mendahului kakaknya maka dia akan berkumis” lalu dengan rasa percaya diri bahwa cara ini akan berhasil, berkatalah gue kepada adik gue “de, kan kalau adenya minum duluan dari kakaknya, bakalan kumisan loh” (gue ngomong dalam bahasa sunda karena gue sundanese yang suka melestarikan bahasa daerah wew haha) 2x, 3x cara ini ampuh, dan adik gue percaya gitu aja. Tapi lama-kelamaan mungkin dia juga mikir kali ya kalau suatu saat dia kumisan juga gapapa , dia kan cowok. Apa orang yang membaca ini merasa kalau artikel/tulisan ini makin gak nyambung? Emang sengaja ko.

  1. Ambisius, Jiwa petualang dan si pemimpi yang kompulsif
Jangan ditanya kalau soal ambisi anak pertama itu biangnya ambisi, mereka itu hampir berambisi dalam segala hal. Pas gue SMP gue punya temen yang pinter banget dan dia itu anak pertama, dia saingan berat gue di kelas, parahnya lagi gue juga anak pertama, yaudah deh tuh perang teori terjadi tiap hari di kelas wkwk, argumen demi argumen kita keluarin untuk mempertahankan jawaban masing-masing. Kita berdua bener-bener berambisi untuk menjadi yang terbaik, untuk menjadi juara kelas, menjadi bintang dan siswa paling bersinar seseantoro sekolah. Alhamdulilahnya walau begitu kita bersaing sehat, sportif dan mau mengakui jika salah seorang dari kita suatu saat bisa ranking 2, wkwk mungkin karena gue dan temen gue terbiasa jadi yang pertama di kelas jadi kalau ada sesi debat dan diskusi beuhh rame pokonya udah kaya pilpres, kita juga punya kubu-kubu pendukung, dan sewaktu-waktu melakukan koalisi dengan 5 besar juara kelas. Seinget gue dulu dia selalu unggul dalam mata pelajaran IPS terpadu (sejarah, ekonomi, geografi) dan gue unggul di pelajaran biologi, bahasa, dan seni budaya. Selain itu si sulung juga jiwa petualang loh, coba deh liat kebanyakan para traveller itu anak pertama, memang sih ini ngga bisa dijadikan patokan, yang jelas mereka menyukai kebebasan, menyukai hal-hal baru yang belum pernah mereka temui sebelumnya. Dan yang paling menonjol mereka juga seorang pemimpi yang kompulsif, mempunyai banyak impian yang harus terwujud. Biasanya mereka ngga mudah menyerah dalam mencapai cita-cita dan impiannya. Maksain diri gitulah mereka itu, gue juga kadang gitu huhu dalam mengusahakannya dan meminta pada Allah rasanya hati ampe berdarah-darah, gue ngerasa sebagai anak pertama gue terlahir untuk berjuang. Semangat ranger pink! Semangat semua anak pertama di dunia! Semangat untuk semua yang sedang berlelah-lelah dalam mengejar impian baiknya!

  1. Dewasa dan santun tapi kalau ngambek diem, horror!
Baiklah ini point dan penjelasan terakhir. Mari selesaikan bersama-sama bacaan aneh ini. Anak pertama emang diidentikan dengan kedewasaannya. Karena apa? Karena banyak hal, banyak faktor, yang bisa menjadikan mereka terlihat dewasa nan bijaksana. Ah masa? Wkwk eh tapi ini seriu loh, dulu pas masih kecil gue main ke rumah teman, nyamper temen gitu. Pada akhirnya temen gue yang masih kelas 2 SD itu main boneka sendiri dan gue? Gue yang masih kelas 2 SD juga malah bergosip ria dengan emaknya wkwkwk sumpah ini kocak banget, gue malah ngobrol sama nyokap temen gue itu dari pulang sekolah sampe hampir sore, terus nyokap temen gue itu bilang ke nyokap gue kalau gue anaknya dewasa, ngobrol sama gue kaya ngobrol sama orang dewasa. Dan gue lupa gimana ekspresi nyokap gue setelah mendengar cerita tentang gue dari nyokap temen gue itu. Ini kisah aselii pas gue masih tinggal di Bandung. Nah anak pertama juga dikenal dengan sopan santunnya, ya mereka menjunjung yang namanya attitude dan tatakrama, secara kan mereka yang biasanya dijadikan contoh suri tauladan yang baik untuk adik-adiknya, mereka anti berkata kasar dan akan murka jika mendengar adiknya ngomong kasar. Segala sabda akan dikeluarkan untuk memberi tau sang adik bahwa berkata kasar itu tidak baik, wuiihhh benar-benar kakak yang, yang isi sendirilah haha tapi mereka itu kalau udah marah serem loh, anak pertama itu kalau marah diem, apalagi kalau anak pertamanya berjenis kelamin wanita, mereka kalau marah diam seribu bahasa. Horor pokoknya karena menyebabkan atmosfir lingkungan mencekam, sunyi, bahkan burungpun seperti segan untuk berkicau.

Demikianlah sedikit pengetahuan yang bisa gue sampaikan. Walaupun semua point diatas ngga bisa dijadikan patokan sifat dan karakter seseorang tapi seenggaknya itu merupakan gambaran secara garis besar dari seorang anak pertama. See u again dan salam sayang J

2 komentar: